Oleh: Tukang Kebun | 4 Juni 2014

Publikasi Ilmiah dan Kenaikan Pangkat Guru 2013

Publikasi Ilmiah dan Kenaikan Pangkat Guru 2013
Oleh
Wawan Setiawan
(Kasubag TU SMKN 3 Cimahi)

 

Pemerintah mulai memperhatikan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi. Dampak dari kebijakan tersebut, guru dituntut untuk lebih meningkatkan profesionalismenya. Profesionalisme guru tidak berhenti setelah seorang guru lulus Diklat PLPG dan menerima sertifikat. Profesionalisme guru merupakan suatu proses yang dilakukan terus-menerus selama seseorang masih menjadi guru.

Proses pembentukan profesionalisme guru dapat ditingkatkan melalui pengembangan profesi berdasarkan pangkat dan golongan yang diatur dalam Permen Menpan Nomor 16 Tahun 2009 tentang angka kredit jabatan menggantikan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 Tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Kenaikan pangkat bagi sorang guru, mulai tahun 2013 ditempuh melalui mekanisme PKG (Penilaian Kinerja Guru). Penilaian dilakukan diakhir tahun oleh kepala sekolah atau pengawas atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah (yang telah mengikuti pelatihan penilaian). Termasuk dalam rangkaian PKG diantaranya adalah Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) berupa kewajibkan membuat karya inovatif, pengembangan diri, dan publikasi ilmiah Imbasnya ketika seorang guru yang hendak naik pangkat dari mulai golongan ruang III/b ke III/c dan diatasnya, maka guru tersebut diwajibkan untuk membuat Publikasi Ilmiah dan / atau Karya Inovatif sesuai dengan jenjang kepangkatan guru yang bersangkutan.

Sebelumnya kenaikan pangkat guru lebih bersifat administratif karena besarnya poin angkat kredit lebih banyak ditunjukkan oleh kegiatan utama seorang guru seperti menyusun program pengajaran, menyajikan program pengajaran, melaksanakan evaluasi belajar, dan seterusnya.

Guru terpacu untuk membuat publikasi ilmiah dikarenakan hal tersebut merupakan tuntutan baginya. Banyak manfaatnya ketika guru terlatih menuangkan gagasannya seputar permasalahan pembelajaran, permasalahan peserta didik, permasalahan bahan ajar dan lain sebagainya yang ditemukan dari aktivitas mengajar.

Pengalaman-pengalaman guru yang dituangkan dalam bentuk tulisan, nantinya akan lebih mudah ditemukan. Tentu tulisannya itu tadi bisa menjadi inspirasi bagi guru yang lainnya. Temuan-temuan menarik yang didapat seorang guru akan cepat diakses banyak orang, tidak hanya para guru tetapi juga masyarakat umum. Masyarakat akan tahu betapa inovatifnya seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Mereka tahunya setelah membaca tulisan seorang guru tentang hasil penelitian yang dimuat di media cetak.

Masyarakat umum juga akan mengetahui bahwa pendidikan sekarang berbeda dengan pendidikan masa lalu. Dimana guru tidak lagi hanya pandai menyuruh terhadap siswanya saja, tapi guru juga ternyata bisa menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat banyak yang tersebar luas, jauh dari tempat tinggal guru bersangkutan.

Implikasi dari seringnya guru membuat publikasi ilmiah, tentu akan tertanam kebiasaan gemar membaca pada dirinya, karena untuk membuat publikasi ilmiah, guru tersebut harus berusaha mencari, membaca, dan menelaah sejumlah buku sebagai sumber referensi yang mendukung tulisannya itu tadi. Ini berarti bahwa penguasaan disiplin ilmu guru akan selalu dikuatkan
Kebiasaan gemar membaca yang tumbuh di kalangan guru merupakan sinyal positif bagi dunia pendidikan. Wawasan pengetahuan seorang guru akan terus bertambah mengikuti perkembangan jaman yang selalu terus berubah juga. Guru tidak lagi takut ditanya mengenai materi pembelajaran oleh siswanya. Pembelajaran aktif dan menyenangkan berbasis Scientific sesuai tuntutan pemberlakuan kurikulum 2013 lebih mudah untuk diaplikasikan.

Banyak kebaikan, nilai positif, dan manfaat lainnya yang didapat ketika guru membuat publikasi ilmiah. Penulis mengajak rekan sejawat, untuk menyongsong pemberlakuan peraturan kenaikan pangkat guru yang terbaru dengan mempersiapakan diri. Dari sekarang mulailah membiasakan untuk mendokumentasikan temuan-temuan yang di jumpai ketika kita melaksankan tugas, kemudian kita menuangkannya dalam bentuk tulisan di media massa.


Responses

  1. weisss pa wawan udah update euy


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori